HAI

this is blog about heaLTHY sciens... thanks to visit my blog... :]

ASKEB BBLR

Minggu, 23 Oktober 2011 | aini midwife


ASUHAN KEBIDANAN
PADA BAYI Ny “E” UMUR 2 HARI
DENGAN BBLR
(BERAT BAYI LAHIR RENDAH)
DI RUANG NEONATUS RSIA MUSLIMAT JOMBANG




Disusun Oleh :
LULUK NUR AINI MUFIDAH
7209076


UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ULUM
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PRODI D III KEBIDANAN
JOMBANG
2011
BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
Menurut survey, demografi dan kesehatan Indonesia 2002 – 2003 angka kematian neonatal 20/1000 kelahiran hidup. Dalam satu tahun sekitar 89.000 bayi usia satu meninggal artinya setiap menit ada 1 bayi meninggal penyebab utamanya adalah kematian neonatal dengan BBLR (29%) dan asfiksia (27%).
BBLR terdiri atas BBLR kurang bulan, BBLR cukup bulan dan BBLR lebih bulan. BBLR kurang bulang, khususnya BBLR dengan kehamilan kurang dari 35 minggu, umumnya mengalami penyulit seperti gangguan nafas, iklerus, infeksi dan lain-lain.
BBLR cukup bulan/lebih bulan umumnya memiliki organ tubuh matur sehingga perawatannya tidak terlalu bermasalah, mereka hanya membutuhkan kehangatan, nutrisi dan pencegahan infeksi, ketiga kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan perawatan teknologi tepat guna dirumah oleh orang tuanya.
Masalah yang sering timbul pada BBLR adalah hipotermi, hipoglikemi, hiperbilirubenia, infeksi dan gangguan minum.
Bayi dengan badan lahir rendah akan meningkatkan angka kesakitan dan angka kematian bayi. Berat badan lahir sangat menentukan prognosa dan komplikasi yang terjadi. Hal ini akan bertambah buruk jika berat badan tidak bertambah untuk waktu yang lama.
Masalah yang mengancam pada BBLR dan BBLSR adalah resiko kehilangan panas dan ir yang relative lebih besar karena permukaan tubuh reltif luas, jaringan lemak subkutan lebih tipis, sehingga resiko kehilangan panas melalui kulit dan kekurangan cadangan energi lebih besar. Daya tahan tubuh relative rendah karena prematuritas dan malnutisinya, juga fungsi organ belum baik (terutama UK < 34 minggu), misalnya : system pernafasan, saluran cerna, hati , ginjal, metabolisme dan system kekebalan. Bayi BBLSR mempunyai insiden perumahsakitan kembali yang lebih tinggi selama tahun pertama kehidupan, jika dibanding dengan bayi yang lebih besar, sebagai akibat dari hernia inguinalis, infeksi, pengobatan sisa akibat prematuritas dan gangguan perawatan.
B.     FENOMENA
Masalah kesehatan anak di tiap Negara berbeda, karena perbedaan lingkungan yang mempengaruhinya. Namun secara garis besar masalah tersebut dikelompokkan menjadi dua kategori. Masalah anak di Negara maju dan masalah anak di Negara berkembang. Pola penyakit di Negara maju antara lain : keganasan, kecelakaan, kelainan genetic dan gangguan psikologik. Sedangkan masalah anak di Negara berkembang yang saat ini terjadi adalah penyakit infeksi, infeksi parasit dan penyakit kurang gizi. Dimana pola penyakit di Negara berkembang juga pernah dialami oleh kelompok Negara maju 50-100 tahun yang lalu. Indonesia dikategorikan dalam Negara berkembang, apalagi dengan adannya krisis ekonomi yang berdampak pada aspek kesehatan. Tingkat social ekonomi yang rendah sering dihubungkan dengan kelahiran bayi berat lahir rendah. Jadi baik tidaknya keadaan sosial ekonomi suatu tempat dapat dilihat dari tinggi rendahnya angka kematian bayi (AKB). Di Indonesia pada tahun 1980 AKB mencapai 46,0 % sedangkan di Singapura pada tahun yang sama AKB 13,5 %.
C.    INSIDENSI
Frekuensi kejadian bayi lahir kurang dari masa gestasi 37 minggu (menurut U.S. Collaborative Perinatal Study) adalah 7,1 % untuk kulit putih dan 17,9 % untuk kulit berwarna. Kira-kira 1/3 – ½ bayi berat lahir rendah mempunyai masa gestasi 37 minggu atau lebih. Kejadian bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram bervariasi antara 6 – 16 %.
Di bangsal Neonatus RSCM (1986) penyebab kematian neonatus adalah : cacat bawaan, sindrom gawat nafas, infeksi, asfiksia, imaturitas (Markum, AH, 2002).
Tabel : Penyebab kematian Neonatus di Bangsal Neonatus RSCM Jakarta Tahun 1986
Penyebab                                                                                    Kematian Neonatus ( % )
Cacat bawaan                                                                                           33.8
Sindrom gawat nafas                                                                                20.1
Infeksi                                                                                                      19.4
Asfiksia                                                                                                    17.7
Imaturitas (tidak spesifik)                                                                          6.3
BAB II
TINJAUAN TEORI

A.   DEFINISI
Bayi berat lahir rendah ( BBLR ) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram ( berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 jam setelah lahir ).
Ada dua macam BBLR yaitu :
1.    Bayi yang kurang bulan ( KB / SMK ) : bayi yang dilahirkan dengan umur kurang dari 37 minggu.
2.    Bayi kecil masa kehamilan ( KMK ) : bayi yang dilahirkan dengan berat badan lahir kurang dari persentie ke-10 kurva pertumbuhan janin.
Sedangkan Bayi dengan berat lahir kurang dari 1500 gram disebut bayi berat lahir sangat rendah ( BBLSR ).

B.     ETIOLOGI
a.    Persalinan kurang bulan / prematur (UK 28-36 minggu) pada umumnya disebabkan tidak mempunyai uterus menahan janin, gangguan selama hamil lepasnya plasenta lebih cepat dari waktunya, semakin mudah umur kehamilan, fungsi organ tubuh semakin kurang sempurna dan prorositnya semakin kurnag baik, kelompok BBLR ini sering mendapatkan penyulit/komplikasi akibat kurang matangnys organ karena masa gertasi kurang.
b.    Bayi baru lahir untuk masa kehamilan ini disebabkan karena ada hambatan pertumbuhan saat dalam kehamilan (janin tumbuh lambat) sitardasi pertumbuhan intra uteri berhubungan dengan keadaan yang mengganggu sirkulasi dan efisiensi plasenta dengan pertumbuhan dan perkembangan janin, kematangan fungsi organ tergantung pada usia kehamilan walaupun berat lahirnya kecil.
(Bari, Abdul, Maternal Neonatal. 2002).
c.    Faktor Ibu :
·      Paritas
·      Infertilitas
·      Abortus spontan sebelumnya
·      Bahan teratogonik ( alcohol, radiasi, obat )
·      Penyakit kronis
·      Keadaan penyebab Infusifiensi plasenta ( penyakit jantung, ginjal, paru, hipertensi, dll )
d.   Faktor Plasenta
·      Penyakit Vaskuler
·      Kehamilan ganda
·      Malformasi
·      Tumor
·      Plasenta privea
e.  Faktor Janin
· Kelainan kromosom
· Malformasi
· Infeksi congenital ( missal : rubella )
· Kehamilan ganda
· Ketuban pecah dini

D.    TANDA – TANDA KLINIS
Gambaran klinis BBLR secara umum adalah :
·      Berat kurang dari 2500 gram
·      Panjang kurang dari 45 cm
·      Lingkar dada kurang dari 30 cm
·      Lingkar kepala kurang dari 33 cm
·      Umur kehamilan kurang dari 37 minggu
·      Kepala lebih besar
·      Kulit tipis, transparan, rambut lanugo banyak, lemak kurang
·      Otot hipotonik lemah
·      Pernapasan tak teratur dapat terjadi apnea
·      Eksremitas : paha abduksi, sendi lutut / kaki fleksi-lurus
·      Kepala tidak mampu tegak
·      Pernapasan 40 – 50 kali / menit
·      Nadi 100 – 140 kali / menit

E.     Macam-macam BBLR
1.    Bayi yang kurang bulan (kg / smk) : bayi yang dilahirkan dengan Uk ≤ 37 minggu)
2.    Bayi kecil masa kehamilan (kmk) : bayi yang dilahirkan dengan berat badan lahir kurang dari persentie ke-10 kurva pertumbuhan janin.  
F.      Tanda-tanda bayi KMK
·      Umur janin dapat cukup, dapat kurang / lebih bulan tetapi beratnya ≤ 250 gr
·      Geraknya cukup aktif, tangis cukup kuat
·      Kulit keriput, lemah bawah kulit tipis
·      Bila kurang bulan 1 jaringan payudara kecil, putting kecil
·      Bila cukup bulan payudara dan putting sesuai masa kehamilan
·      Menghisap cukup kuat
·      Bayi perempuan, bila cukup bulan, labia mayor menutupi labia minor
·      Bila laki-laki, bila cukup bulan, testis telah turun ke skrotum
·      Rajah telapak kaki lebih dari 1/3 bag

G.    PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
·      Pemeriksaan glucose darah terhadap hipoglikemia
·      Pemantauan gas darah sesuai kebutuhan
·      Titer Torch sesuai indikasi
·      Pemeriksaan kromosom sesuai indikasi
·      Pemantauan elektrolit
·      Pemeriksaan sinar X sesuai kebutuhan ( missal : foto thorax ).

H.    PENATALAKSANAAN
1.    Penanganan bayi
Semakin kecil bayi dan semakin premature bayi, maka semakin besar perawatan yang diperlukan, karena kemungkinan terjadi serangan sianosis lebih besar. Semua perawatan bayi harus dilakukan didalam incubator
2.    Pelestarian suhu tubuh
Bayi dengan berat lahir rendah, mempunyai kesulitan dalam mempertahankan suhu tubuh. Bayi akan berkembang secara memuaskan, asal suhu rectal dipertahankan antara 35,50 C s/d 370 C.
Bayi berat rendah harus diasuh dalam suatu suhu lingkungan dimana suhu normal tubuhnya dipertahankan dengan usaha metabolic yang minimal. Bayi berat rendah yang dirawat dalam suatu tempat tidur terbuka, juga memerlukan pengendalian lingkungan secara seksama. Suhu perawatan harus diatas 25 0 C, bagi bayi yang berat sekitar 2000 gram, dan sampai 300 C untuk bayi dengan berat kurang dari 2000 gram
3.    Inkubator
Bayi dengan berat badan lahir rendah, dirawat didalam incubator. Prosedur perawatan dapat dilakukan melalui “jendela“ atau “lengan baju“. Sebelum memasukkan bayi kedalam incubator, incubator terlebih dahulu dihangatkan, sampai sekitar 29,4 0 C, untuk bayi dengan berat 1,7 kg dan 32,20C untuk bayi yang lebih kecil. Bayi dirawat dalam keadaan telanjang, hal ini memungkinkan pernafasan yang adekuat, bayi dapat bergerak tanpa dibatasi pakaian, observasi terhadap pernafasan lebih mudah.
4.    Pemberin oksigen
Ekspansi paru yang buruk merupakan masalah serius bagi bayi preterm BBLR, akibat tidak adanya alveolo dan surfaktan. Konsentrasi O2yang diberikan sekitar 30- 35 % dengan menggunakan head box, konsentrasi o2 yang tinggi dalam masa yang panjangakan menyebabkan kerusakan pada jaringan retina bayi yang dapat menimbulkan kebutaan
5.    Pencegahan infeksi
Bayi preterm dengan berat rendah, mempunyai system imunologi yang kurang berkembang, ia mempunyai sedikit atau tidak memiliki ketahanan terhadap infeksi. Untuk mencegah infeksi, perawat harus menggunakan gaun khusus, cuci tangan sebelum dan sesudah merawat bayi.
6.    Pemberian makanan
Pemberian makanan secara dini dianjurkan untuk membantu mencegah terjadinya hipoglikemia dan hiperbillirubin. ASI merupakan pilihan pertama, dapat diberikan melalui kateter ( sonde ), terutama pada bayi yang reflek hisap dan menelannya lemah. Bayi berat lahir rendah secara relative memerlukan lebih banyak kalori, dibandingkan dengan bayi preterm.
Petunjuk untuk volume susu yang diperlukan
Umur/hari
Jmlh ml/kg BB
1
50- 65
2
100
3
125
4
150
5
160
6
175
7
200
14
225
21
175
28
150

I.       PROGNOSIS
Pada saat ini harapan hidup bayi dengan berat 1501- 2500 gram adalah 95 %, tetapi berat bayi kurang dari 1500 gram masih mempunyai angka kematian yang tinggi. Kematian diduga karena displasia bronkhopulmonal, enterokolitis nekrotikans, atau infeksi sekunder.
BBLR yang tidak mempunyai cacat bawaan selama 2 tahun pertama akan mengalami pertumbuhan fisik yang mendekati bayi cukup bulan dengan berat sesuai masa gestasi.
Pada BBLR , makin imatur dan makin rendah berat lahir bayi, makin besar kemungkinan terjadi kecerdasan berkurang dan gangguan neurologik.

J.         MEMULANGKAN BAYI
Sebelum pulang bayi sudah harus mampu minum sendiri, baik dengan botol maupum putting susu ibu. Selain itu kenaikan berat badan berkisar antara 10 – 30 gram / hari dan suhu tubuh tetap normal diruang biasa. Biasanya bayi dipulangkan dengan berat badan lebih dari 2000 gram dan semua masalah berat sudah teratasi.

























BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN
PADA BAYI Ny “E” USIA 2 HARI
DENGAN BBLR (BERAT BAYI LAHIR RENDAH)
DI RUANG NEONATUS RSIA MUSLIMAT JOMBANG
                                                                                    Tanggal MRS : 22-06-2011
                                                                                    Jam :               : 09.00 WIB
I.     PENGKAJIAN   
A.  DATA SUBYEKTIF
Identifikasi / biodata
Nama bayi         : Bayi Ny “E”
Umurt                : 2 Hari
Tgl/Jam/Lahir     : 21-6-2011 / 22.50 WIB
Jenis Kelamin    : Perempuan
BBL                   : 2120 gram
PB                      : 45 cm

Nama             :  Ny “E
Umur             :  21 th
Agama           :  Islam
Suku/Bangsa :  Jawa/Indonesia
Pendidikan    : SMA
Pekerjaan       :  IRT
Alamat           :  Kebon Kayauban Diwek
Nama             :  Tn “H
Umur             :  30 th
Agama           :  Islam
Suku/Bangsa :  Jawa/Indonesia
Pendidikan    :  SMA
Pekerjaan       :  Swasta
Alamat           :  Kebon Kayauban Diwek

Anamnesa
Tanggal  : 22-6-2011                  jam      : 09.00 WIB
a.       keluhan utama
-
b.      riwayat kehamilan
G1P000000, umur ibu waktu hamil 20 tahun dengan usia kehamilan 37 minggu
c.       riwayat kesehatan sekarang
bayi baru lahir spt.B dengan indikasi PER (yaitu TD = 140/90 mmHg) dan KPD (ketuban pecah dini) jam 18.00 WIB, tanggal 21-06-2011, selama 4 jam lebih 50 menit dan dirawat di lantai II B.
d.      riwayat persalinan
P10001 usia kehamilan 37 minggu, lahir spt.B atas indikasi PER dan KPD 4.50 menit ketuban jernih pada tanggal 21-06-2011 jenis kelamin bayi perempuan
e.       riwayat neonatal
·      prenatal       : ini merupakan kehamilan pertama dengan usia kehamilan 37 minggu
 keluhan selama hamil
 TM 1       = -
 TM 2       = -
 TM 3       = -
·      Natal           : bayi perempuan lahir secara spt.B atas indikasi PER dan KPD 4.50 menit di tolong oleh bidan Istifadah Amd.keb. lahir tanggal 21-06-2011 jam 22.50 WIB
Ketuban jernih, sesak berkurang, keluhan utama lemah, BBLR, BB
= 2120 gram, PB = 45 cm, UKA = 32 cm.
·      Post natal    : bayi lahir secara spt.B jam 22.50 WIB, dengan down score 1 sehingga bayi masuk ruang neonates level II B
Bayi menangis spontan, ketuban jernih, sesak berkurang, BBLR
f.       Pola kebiasaan sehari-hari
Ø Pola nutrisi
ASI dan PASI
Ø Pola aktifitas
Bayi yang bergerak aktif, graps reflek sudah kuat
Ø Pola istirahat
Bayi tidur ± 19.20 jam / hari
Ø Pola eliminasi
Sejak saya melakukan pengkajian bayi BAB ±4-5 / hari warna hitam kecoklatan konsistensi lembek. BAK ± 7 x / hari warna kuning jernih.

g.      Keadaan BBL
Nilai down score

0
1
2
Laju pernafasan
Sianosis
Retraksi
Merintih
Air entry
< 60x / menit
() tidak ada
() tidak ada
() tidak ada
() baik
() 60-80x / menit
() tidak ada dengan 40 % F1 O2
() ringan
() sedikit
() menurun
() > 80x / menit
() perlu 40 % F1 O2
() berat
() jelas
() sangat buruk
Jumlah
O
I
O

Resusitasi
Penghisapan lendir                          : ya
Ambu                                               :
Masage jantung                               :
Intubasi endutraceal                        :
Oksigen                                           :
Terapi                                               : penghangat dalam inkubator
Keterangan                                      : untuk menghangatkan tubuh bayi sehingga bayi tidak hipotermi         
                 
A.  DATA OBYEKTIF
Tanggal           : 22-06-2011
Jam                  : 21.00 WIB
1.    Pemeriksaan umum
     Keadaan umum             :  cukup                
     Suhu                              :  36,90C                                          
     Pernapasan                     :  48 x / menit                                     
     HR                                 :  157 x/menit       
     BB sekarang                  :  2120 gram
     PB                                  :  45 cm
     LIKA                             : 32 cm

2.    Pemeriksaan fisik
Inspeksi
Kepala
:
Simetris, rambut hitam lurus, tidak ada molase, tidak ada lesi, tidak moulding
(ubun-ubun belum menutup, tidak ada bendungan cairan intrakranial, caput suksedaneum)
Muka
:
Simetris, kulit Kemerahan, bersih tidak ada sianosis, tidak ikterus.
Mata
:
Simetris, konjungtiva merah muda, sclera putih, isokor, tidak da kotoran, tidak katarak.
Telinga
:
Simetris, terbentuk tulang rawan, bersih tidak ada serumen, tidak syndrom down
Hidung
:
Simetris, tidak ada pernapasan cuping hidung, tidak ada sekret, tidak ada lesi
Mulut
:
Simetris, tidak ada lesi, bibir merah muda, tidak stomatitis, palatum tertutup, tidak palatoskisis.
Leher
:
tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, dan kelenjar limfe,dan vena jugularis
Dada
:
Simetris, tidak ada retraksi dinding dada
Payudara
:
Menonjol dan puting susu ada
Abdomen
:
Tali pusat Lembek dan tidak ada perdarahan tali pusat di UCC dan dibungkus kasa, tidak ada haepatospenomegali, tidak distended(kembung)
Punggung
:
Tidak ada spina bifida, tidak ada pembengkakan atau cekungan.
Ekstremitas
:
Tidak ada kelainan seperti polidaktili, sendaktili, anadaktil, amelia atau mikroamelia, akral hangat dan guratan pada telapak kaki dan tangan tampak jelas, tidak ada gangguan pergerakan
Genetalia
:
Labia mayor belum menutupi sempurna labia minor
Anus
:
bersih, tidak ada atresia ani.

Palpasi
Kepala
:
Tidak ada masa dan pembengkakan, tidak moulding, cepal haematum, caput suksedaneum, anencephalus, ididrocephalus.
(ubun-ubun : UUb dan UUK belum menutup)
Muka
:
Tidak ada pembengkakan / massa dan lesi
Mata
:
Tidak glukoma
Telinga
:
Tidak ada pembengkakan / massa dan lesi
Hidung
:
Tidak ada pembengkakan / massa dan lesi
Mulut
:
Tidak ada pembengkakan / massa dan lesi
Leher
:
tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, dan vena jugularis,tidak ada syndrom turner (pembentukan selaput kulit) dan tidak ada down syndrom (lipatan kulit yang berlebihan dileher belakang)
Dada
:
Tidak ada fraktur klafikula dan skapula, tidak barel chest maupun pigeon chest
Tali pusat
:
Tidak ada pemebengkakan dan infeksi
Abdomen
:
Tidak haepatospenomegali, tidak distended(kembung)
Punggung
:
Tidak ada spina bifida, tidak ada pembengkakan atau cekungan.
Ekstremitas
:
Tidak ada kelainan seperti polidaktili, sendaktili, anadaktil, amelia atau mikroamelia, akral hangat dan guratan pada telapak kaki dan tangan tampak jelas, tidak ada gangguan pergerakan
Genetalia
:
Labia mayor tidk menutupi sempurna labia minor

Auskultasi
Dada
:
Tidak ada ronchi/wheezing -/-
Abdomen
:
Tidak hiperperistaltik

Perkusi
Reflek patella
:
+/+

3.    Reflek
R.Moro
:
+ ketika bayi dikagetkan dengan suara keras, tangan bayi spontan mendekap
R.Rooting
:
+ ketika pipi bayi diletakkan dipayudara ibu, bayi spontanmencari puting susu/saat pipi bayi disentuh akan menoleh kearah rangsangan
R.Graphs/plantas 
:
+ ketika tangan bayi dipegang, spontan tangan bayi akan mendekap
R.Suching
:
+ ketika bayi menyusu pada ibunya, bayi spontan menghisap
R.Swallowing
:
+ ketika bayi menelan susu

4.    Antropometri
LIKA            : SOB = 32 cm, SMB = 32cm, MO = 33cm, FO = 32 cm
LIDA            : 30 cm                                                BBL = 2120 gram
LILA            : 8cm                                       BB pengkajian = 2140
                                                          PB = 45 cm

5.    Eliminasi
Miksi             : + 7x / hari warna kuning, jernih, bau khas
Meconeum    : + ± 4-5x / hari warna hitam kecoklatan konsisten lembek.

6.    Pemeriksaan penunjang                    tanggal = 21-06-2011
Golongan darah bayi            : O
Golongan darah ibu  : O

Terapi =
-          Perawatan dalam incubator
-          Thermporehulasi
-          Monitor us
-          ASI / PASI

II.  INTERAKSI DATA
Dx             :  Bayi Ny “E” umur 2 hari prematur spt.B BBLR dengan k/u bayi cukup
Ds              :  -
Do             :  KU      : cukup                              Kesadaran       : composmetis
                     BB       : 2120 gram                       PB                   : 50cm
Observasi TTV
S       : 36,7 C 
N      : 157 x/menit
RR    : 48 x/menit
LIKA        : 32 cm
LIDA        : 30 cm
LILA         : 8cm
Ø  Miksi            : + 7x / hari warna kuning, jernih, bau khas
Ø  Meconeum   : + ± 4-5x / hari warna hitam kecoklatan konsisten lembek
Ø  HR   : 157 x / menit
Ø  Sat. O2        : 99 %
Ø  Bayi perawatan dalam incubator
Ø  Bayi bergerak aktif
Ø  Bayi menangis lemah
Ø  Bayi mampu menetek ASI dengan baik
Ø  Down score 1 =
-          Sianosis (-)
-          Merintih (-)
-          Retraksi (-)
-          Air entry 1
Ø  Reflek moro            : baik
Ø  Reflek roohng         : baik
Ø  Reflek graps            : baik
Ø  Reflek suching        : baik
Ø  Reflek swallowing  : baik
Ø  Umur kehamilan     : 37 minggu
Ø  Bayi lahir spt.B,. lahir langsung menangis spontan
Ø  Umur bayi sekarang : 2 hari
Kebutuhan :
Ø  Perawatan bayi pada incubator
Ø  Pemberian nutrisi ASI / PASI
Ø  Observasi TTV

III.       IDENTIFIKASI MASALAH DAN DIAGNOSA POTENSIAL
Diagnosa potensial      :  bayi Ny “E” umur 2 hari dengan BBLR
Masalah potensial        : keluarga cemas dengan kondisi bayinya

IV.       IDENTIFIKASI KEBUTUHAN AKAN TINDAKAN SEGERA
         Perawatan BBLR
         Perawatan dalam incubator
         Perawatan bayi denngan metode kanguru, diselimuti dan diberi topi kepalanya
         Pemberian ASI eksklusif
         Pencegahan infeksi dan personal hygiene
         Kolaborasi dengan tim medis dan D. SPA

V.          MERENCNAKAN ASUHAN YANG MENYELURUH
DX         : Bayi Ny “E” umur 2 hari premature spt.B BBLR dengan k/u bayi cukup
Tujuan    : Setelah dilakukan asuhan kebidanan 1x24 jam bayi tidak terjadi hipotermi dan berat badannya dapat meningkat 10 % dari BB lahir dan tidak terjadi masalah yang menyertai.
          Kriteria  :
          Observasi TTV : normal
S                        : 36,5-37,4 C
N            : 120-140 x/menit
RR         : 40-60 x/menit
BB          : 2332-2500 gram                               
PB          : 48-50cm
Cyanosis (-)
Retraksi (-)
Cuping hidung (-)
Tidak terpasang infuse dan O2
Down score = normal
k/u = baik
tidak perlu perawatan dalam incubator
rajah telapak kaki tampak sempurna dan tidak sianosis
Bayi bergerak aktif
Bayi menangis kuat
Bayi mampu menetek ASI dengan baik
BB bayi meningkat 19 % dari BB lahir
Bayi dapat menangis kuat
Bayi mampu menangis kuat
Reflek Moro                  : +
Reflek Rooting              : +
Reflek Graphs               : +
Reflek Suching              : +
Reflek Swallowing        : +
Bayi mampu menetek ASI dengan baik

INTERVENSI
1)   Berikan penjelasan kepada keluarga tentang kondisi bayinya dan tindakan yang dilakukan
R/ Keluarga lebih mengerti tentang bayinya
2)   Cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh bayi
R/ Pencegahan infeksi
3)   Lakukan observasi TTV
R/ Mengetahui TTV bayi dalam keadaan normal dan perkembangan konidisi bayi
4)   Ciptakan lingkungan yang kering dan hangat dalam inkubator
R/ Menjaga kehangatan bayi agar  terhindar dari hipotermi
5)   Monitor intake dan output
R/ Mengetahui jumlah kebutuhan dan keseimbangan pemenuhan nutrisi pada bayi
6)   Anjurkan an latih ibu untuk memberiakan ASI eksklusif
R/ Bayi mendapat nutrisi yang cukup sesegera mungkin setelah lahir dan meningkatkan imunitas bayi, serta Ibu mengerti cara meneteki yang benar
7)   Ganti pakaian atau popok setiap kali basah dengan keringAjarkan ibu cara perawatan tali pusatdan bersih tetap bersih
R/ Menjaga bayi aga
8)   Lakukan perawatan tali pusat
R/ Agartidak terjadi infeksi pada tali pusat
9)   Personal hygiene
R/ Bayi tetap bersih dan nyaman
10)              Kolaborasi dengan dokter
R/ Untuk mengetahui keadaan bayi dalam batas normal sehingga dapat diberiakn terapi (injeksi neo K 1mg, tetes mata dan pemeriksaan golongan darah)


VI.       PELAKSANAAN ( IMPLEMENASI)
Hari/Tgl
KEGITAN
TTD
Selasa
7-6-11
  • Memberikan penjelasan kepada keluarga tentang kondisi bayinya dan tindakan yang dilakukan
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh bayi
  • Melakukan observasi TTV
S= 36,9 0C , RR= 48 x/menit , N = 157 x/menit
  • Menciptakan lingkungan yang kering dan hangat dalam inkubator
  • Memonitor input dan output
  • Menganjurkan dan melatih ibu untuk memberiakan ASI eksklusif
ASI saja tanpa PASI selama 6 bulan
Beri ASI yang cukup dan sesering mungkin (sesuai keinginan bayi)
  • Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan bayinya (personal hygiene) dengan memandiakn bayinya dengan sabun dan air hangat
  • Mengganti pakaian/popok setiap kali basah dengan yang kering dan bersih
  • Melakukan perawatan tali pusat
  • Menjaga personal hygiene
  • Melakukan advis dengan dokter dan memberikan injeksi neo K 1mg, tetes mata dan pemeriksaan golongan darah







Tags: | 0 komentar

0 komentar:

Poskan Komentar