Tampilkan postingan dengan label ASKEB 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASKEB 4. Tampilkan semua postingan
MENOPAUSE
Rabu, 08 Februari 2012 | aini midwife
![]() |
| MENOPAUSE |
menopause merupakan pertanda berakhirnya bagian kehidupan yang produktif pada diri seorang wanita.
tanda-tanda lahiriahnya adalah; berhentinya haid yang biasanya datang sebulan sekali.gejala-gejala
lain lahiriah yang disebabkan tidak seimbangnya hormon ialah; sebagian tubuh mulai nampak tua.
untuk menanggulanginya disarankan supaya wanita mempertahankan kesehatan dan kesegaran tubuh maupun mentalnya
agar dapat menjalankan tugas seksual seperti sebelum menopause. gejala umum lainnya ialah;
depresi, kurang dapat tidur, yang ditimbulkan oleh kegelisahan jiwa atau gangguan emosi.
menopause dimulai pada berbagai usia, dan tidak selalu sama bagi setiap wanita. yang lumrah
atau umum adalah pada usia sekitar 50 tahun.
perubahan sesudah menopause; ektrogen mempengaruhi pertumbuhan dan persediaan bahan makanan bagi kawasan dada
rahim, liang vagina, otot-otot yang licin, dan kulit. ia juga cenderung untuk melindungi seorang wanita terhadap
penyakit yang menghadapi peredaran darah, dan kemungkinan juga terhadap kekurangan zat kapur dari tulang-belulang.
maka kemerosotan ekstrogen yang berbarengan dengan berlangsungnya menopause merupakan pendahuluan dari tibanya
perubahan badqan sesuai dengan kelanjutan usia.
tanda-tanda sesudah mengalami menopause;
a) rambut kusut mulai timbul
b) kulit kehilangan daya elastisnya
c) tulang kehilangan zat kapur, tulang punggung terpengaruh karenanya
d) buah dada menjadi gepeng dan terkulai
e) kemungkinan gangguan dalam peredaran darah menjadi bertambah
f) kendurnya indung telur dan rahim
g) dinding vagina jadi tipis dan peka terhadap singgungan (meskipun demikian senggama dapat diteruskan)
h) dinding vulva terhenti pertumbuhannya
i) rambut pada kemaluan menjadi jarang
j) bertambahnya bahaya encok
untuk perawatan
a) rambut pada wajah dpat dihilangkan dengan elektrolisa sejenis bahan lilin
b) perawatan kulit dan pengurutan dapat membantu kulit
c) latihan senam dan makanan yang cukup mengandung zat kapur adalah pencegahan yang baik
d) menunjang buah dada dengan ukuran braseri yang tepat/ cocok
e) gangguan dalam peredaran darah dapat dihindari dengan latihan senam yang teratur dan diet yang baik
f) latihan gerak badan banyak membantu otot-otot
g) penterapan krim ekstrogen membantu dan penggunaan minyak pelumas waktu bersenggama
h) krim hormonal bisa membantu
i) obat lawan infeksi;perawatan terhadap tersumbatnya kencing tergantung dari faktor penyebabnya
j) sakit encok pereda sakit seperti aspirin.pembedahan diperlukan apabila keadaan gawat darurat.
perubahan pada kegiatan seks
sesudah menopause, sering timbul kekhawatiran pada wanita,seperti rasa takut akan kehilangan daya tariknya
ia menyadari bahwa dirinya tidak dapat lagi mengandung dan melahirkan anak. ia sudah tidak memiliki lagi ciri khas
kewanitaannya. dan perasaan tidak akan dikasihi orang lagi atau dibelai sayang, akan merupakan suatu kekurangan dalam
rangkaian hidupnya . tetapi, perasaan semacam itu biasanya hanya berlangsung singkat. sebab seorang wanita yang
telah melewati menopause pun, tetap memiliki Hasrat seksual. juga tidak ada alasan untuk tidak merawat dirinya agar tetap
cantik dan segar serta menarik. satu-satunya yang mengalami perubahan adalah kemampuannya untuk mengandung dan melahirkan
anak. hasrat seksual lebih banyak terangsang oleh hormon jantan dibandingkan hormon betina. wanita tersebut tetap menghasilkan
hormon sepanjang hidupnya. tentu saja tidak ada seorang wanita pun, betapa tua sekalipun umurnya, harus malu menikmati hubungan
kelamin. bahkan, banyak orang merasakan lebih nikmat melakukan hubungan seks setelah menopause. sebab bahaya mengandung telah
berlalu sepenuhnya.
tanda-tanda lahiriahnya adalah; berhentinya haid yang biasanya datang sebulan sekali.gejala-gejala
lain lahiriah yang disebabkan tidak seimbangnya hormon ialah; sebagian tubuh mulai nampak tua.
untuk menanggulanginya disarankan supaya wanita mempertahankan kesehatan dan kesegaran tubuh maupun mentalnya
agar dapat menjalankan tugas seksual seperti sebelum menopause. gejala umum lainnya ialah;
depresi, kurang dapat tidur, yang ditimbulkan oleh kegelisahan jiwa atau gangguan emosi.
menopause dimulai pada berbagai usia, dan tidak selalu sama bagi setiap wanita. yang lumrah
atau umum adalah pada usia sekitar 50 tahun.
perubahan sesudah menopause; ektrogen mempengaruhi pertumbuhan dan persediaan bahan makanan bagi kawasan dada
rahim, liang vagina, otot-otot yang licin, dan kulit. ia juga cenderung untuk melindungi seorang wanita terhadap
penyakit yang menghadapi peredaran darah, dan kemungkinan juga terhadap kekurangan zat kapur dari tulang-belulang.
maka kemerosotan ekstrogen yang berbarengan dengan berlangsungnya menopause merupakan pendahuluan dari tibanya
perubahan badqan sesuai dengan kelanjutan usia.
tanda-tanda sesudah mengalami menopause;
a) rambut kusut mulai timbul
b) kulit kehilangan daya elastisnya
c) tulang kehilangan zat kapur, tulang punggung terpengaruh karenanya
d) buah dada menjadi gepeng dan terkulai
e) kemungkinan gangguan dalam peredaran darah menjadi bertambah
f) kendurnya indung telur dan rahim
g) dinding vagina jadi tipis dan peka terhadap singgungan (meskipun demikian senggama dapat diteruskan)
h) dinding vulva terhenti pertumbuhannya
i) rambut pada kemaluan menjadi jarang
j) bertambahnya bahaya encok
untuk perawatan
a) rambut pada wajah dpat dihilangkan dengan elektrolisa sejenis bahan lilin
b) perawatan kulit dan pengurutan dapat membantu kulit
c) latihan senam dan makanan yang cukup mengandung zat kapur adalah pencegahan yang baik
d) menunjang buah dada dengan ukuran braseri yang tepat/ cocok
e) gangguan dalam peredaran darah dapat dihindari dengan latihan senam yang teratur dan diet yang baik
f) latihan gerak badan banyak membantu otot-otot
g) penterapan krim ekstrogen membantu dan penggunaan minyak pelumas waktu bersenggama
h) krim hormonal bisa membantu
i) obat lawan infeksi;perawatan terhadap tersumbatnya kencing tergantung dari faktor penyebabnya
j) sakit encok pereda sakit seperti aspirin.pembedahan diperlukan apabila keadaan gawat darurat.
perubahan pada kegiatan seks
sesudah menopause, sering timbul kekhawatiran pada wanita,seperti rasa takut akan kehilangan daya tariknya
ia menyadari bahwa dirinya tidak dapat lagi mengandung dan melahirkan anak. ia sudah tidak memiliki lagi ciri khas
kewanitaannya. dan perasaan tidak akan dikasihi orang lagi atau dibelai sayang, akan merupakan suatu kekurangan dalam
rangkaian hidupnya . tetapi, perasaan semacam itu biasanya hanya berlangsung singkat. sebab seorang wanita yang
telah melewati menopause pun, tetap memiliki Hasrat seksual. juga tidak ada alasan untuk tidak merawat dirinya agar tetap
cantik dan segar serta menarik. satu-satunya yang mengalami perubahan adalah kemampuannya untuk mengandung dan melahirkan
anak. hasrat seksual lebih banyak terangsang oleh hormon jantan dibandingkan hormon betina. wanita tersebut tetap menghasilkan
hormon sepanjang hidupnya. tentu saja tidak ada seorang wanita pun, betapa tua sekalipun umurnya, harus malu menikmati hubungan
kelamin. bahkan, banyak orang merasakan lebih nikmat melakukan hubungan seks setelah menopause. sebab bahaya mengandung telah
berlalu sepenuhnya.
Tags: ASKEB 4 | 0 komentar
Senin, 09 Januari 2012 | aini midwife
![]() |
| cervicitis |
Definisi
Tumor adalah:1. Pembengkakan → satu dari tanda cardinal peradangan, pembesaran yang marbid
2. Pertumbuhan baru suatu jaringan dengan multiplikasi sel-sel yang tidak terkontrol dan progresif, disebut juga neoplasma.
(sumber: Dorland 2002, kamus kedokteran, Jakarta: EGC)
Tumor adalah pembengkakan atau daging tumbuh (sumber: gayatri, arum 1990. kamus kesehat6an. Jakarta: Arcan)
Ciri-ciri Tumor Jinak
o Timbulnya ekspansif yaitu mendesak jaringan sehat di sekitar dan jaringan sehat yang terdesak. Ini membentuk simpai atau kapsel dari tumor, maka disebut tumor jinak bersimpai atau berkopset, karena tidak ada pertumbuhan infiltratif maka biasanya tumor jinak mudah digerakkan dari dasarnya.
o Tumor jinak tidak menimbulkan residif, karena tumor jinak bersimpai maka mudah dikeluarkan seluruhnya.
o Tumor jinak tidak mengadakan anak sebar.
o Tumor jinak tumbuhmnya lambat, sehingga tidak cepat membesar dan pada pemeriksaan mikroskopik tidak ditemukan gambaran metosisi yang abnormal.
o Intrisel tumor jinak masih menyerupai intisel jaringan asalnya, bentuknya teratur dan aniform.
o Pada tumor jinak tidak ditemukan ” loss of polarity ”
o Tumor jinak biasanya tidak menyebabkan kematian bila letaknya pada alat tubuh yang vital.
Ciri-ciri Tumor Ganaso Timbulnya ekspansif yaitu mendesak jaringan sehat di sekitar dan jaringan sehat yang terdesak. Ini membentuk simpai atau kapsel dari tumor, maka disebut tumor jinak bersimpai atau berkopset, karena tidak ada pertumbuhan infiltratif maka biasanya tumor jinak mudah digerakkan dari dasarnya.
o Tumor jinak tidak menimbulkan residif, karena tumor jinak bersimpai maka mudah dikeluarkan seluruhnya.
o Tumor jinak tidak mengadakan anak sebar.
o Tumor jinak tumbuhmnya lambat, sehingga tidak cepat membesar dan pada pemeriksaan mikroskopik tidak ditemukan gambaran metosisi yang abnormal.
o Intrisel tumor jinak masih menyerupai intisel jaringan asalnya, bentuknya teratur dan aniform.
o Pada tumor jinak tidak ditemukan ” loss of polarity ”
o Tumor jinak biasanya tidak menyebabkan kematian bila letaknya pada alat tubuh yang vital.
• Tumor ganas tumbuhnya infiltratif, yaitu tumbuh bercabang-cabang menyembul kedalam jaringan sehat disekitarnya, menyerupai jari-jari kepiting ( cancer). Maka tumor ganas ini kadang disebut kanker.
• Tumor ganas setelah di angkat atau diberi pengobatan dengan penyinaran sering tumor ganas tumbuh lagi. Keadaan ini di sebabkan karena terdapat sel-sel tumor yang tertinggal yang kemudian tumbuh menjadi besar membentuk tumor pada tempat yang sama.
• Pada umumnya tumor ganas sanggup mengadakan anak sebar ditempat lain melalui pembuluh darah atau cairan getah bening.
• Tumor ganasa tumbuh cepat, maka secara klinik tumornya membesar dan mikroskopik.
• Banyak ditemukan mitosis, baik mitosis normal (bipolar) maupun mitosis yang abnormal (atipik).
• Pada tumor ganas terjadi pembelahan yang multiple, terdapat gambaran mikroskopik nitosis yang di atipik seperti mitosis tripolar atau multipolar.
• Pembelahan sel diatur oleh sel, yaitu oleh nukleo protein dan kromatin.
• Terdiri dari 2 komponen yaitu parenkim yang terdiri atas sel tumor yang berfolifersai dan stoma yang terdiri atas jaringan kuat dan pembuluh stroma morfologi sel menyerupai selsel normal (asalnya) disebut deferensiasi.
• Pada tumor ganas, letak sel yang satu terhadap yang lain tidak teratur.
• Tumor ganas jika tidak diobati akan menimbulkan kematian pada penderita walaupun letaknya misalnya pada kaki dan tangan.
B. KLASIFIKASI
I. Tumor Jinak (Benigna)
1. Tumor Kistik Vulva
a. Kista inklusi epidermis
b. Sisa jaringan embrio
- Kista gartner
- Kista saluran nuck
c. – Kista kelenjar
- Kista bhartolini
- Kista sebasea
- Hedranenoma
- Penyakit fox-fordyce
- Kista para uretra/skene
- Kista Endometriosis
- Kista sebasea
- Hedranenoma
- Penyakit fox-fordyce
- Kista para uretra/skene
- Kista Endometriosis
2. Tumor Solid Vulva
a. Tumor Epitel
- Condiloma acumination
- Karunkuna uretra
- Nevus pigmentosis
- Hiperkeratosis
- Karunkuna uretra
- Nevus pigmentosis
- Hiperkeratosis
b. Tumor Jaringan Mesoderm
- Fibroma
- Lipoma
- Leomioma
- Hemamioma
- Limfamioma
- Miksoma
- Lipoma
- Leomioma
- Hemamioma
- Limfamioma
- Miksoma
II. Tumor Ganas (Maglina)
1. MelanomaVulva
2. Adenokarsinoma
3. Basalioma (Basal sel karsinoma)
4. Penyakit Paget
5. Karsinoma Verukosa
6. Sarcoma pada vulva
7. Tumor ganas sekunder pada vulva
2. Adenokarsinoma
3. Basalioma (Basal sel karsinoma)
4. Penyakit Paget
5. Karsinoma Verukosa
6. Sarcoma pada vulva
7. Tumor ganas sekunder pada vulva
C. PENYEBAB
1. Tumor Jinak pada Vulva
1. Tumor Jinak pada Vulva
a. Tumor Kistik
1. Kisti Inulisi (kista epidermis)
Terjadi akibat
perlukaan, terutama pada persalinan karena episiotomi atau robekan,
dimana suatu segmen epitel terpendam dan kemudian menjadi kista.
2. Kista sisa jaringan
- Kista Gartner
Berasal dari saluran mesonefridikus ujolfifi
- Kista bidrokele saluran nuck
Berasal dari sisa
prosesus vaginalis peritoneum yang terletak dalam saluran inguinal,
kadang-kadang melanjutkan diri sampai pada labine mayor.
3. Kista Kelenjar
- Kista Bartholini
Terjadi akibat radang
- Kista sebasea
Berasal dari
kelenjar sebasea kulit yang terdapat pada labium mayor,labium minor da
mons veneris, terjadi karena penyumbatan saluran kelenjar sehingga
terjadilah penimbunan sebum.
- Hidranenoma
Berasal dari kelenjar keringat, ada yang mengatakan berasal dari saluran wolfri.
- Penyakit fox-forduce (apoxsin miliara)
Terjadi akibat sumbatan saluran kelenjar keringat sehingga membentuk banyak kristal kecil.
- Kista paraurethra (skene)
Terjadi karena saluran kelenjar ini tertutup oleh injeksi.
- Kista endrometriosi
Jarang sekali terjadi, namun dapat tumbuh pada vulva.
b. Tumor Solid
1. Tumor epitel
- Konidiloma aluminatum
Karunkula urethra
Disebabkan oleh virus HPV type 6 dan 11, dan akhir-akhir ini jugaq di
masukkan ke dalam golongan penyakit yang ditukarkan melalui hubungan
seksual.
- Karunkula urethra, ada 2:
o Karunkula urethra neoplasma
Terdiri dari polip merah muda dengan tangkai pada tepi dorsal muara urethtra.
o Karunkula urethra granulomatosa
Penonjolan ini
terdiri dari jaringan granulomatosa pada muara-muara urethra terutama
bagian belakang yang meluas ke samping juga.
- Nevus pigmentosus
- Hiperkreatosis
Disebabkan infeksi menahun, deramatitis.
2. Tumor Jaringan Mesodermal
- Fibroma
Berasal dari jaringan disekitar labium majus
- Lipoma
Berasal dari otot polos ligamentum rotondum dekat pada labium majus
- Teromioma
Berasal dari sarung serabut saraf
- Hemangioma
Berasal dari
konginetal biasanya akan menghilang sendiri pada pertumbuhan anak. Pada
wanita pasca menopause biasanya terjadi karena adanya varices yang
kecil-kecil dan dapat menyebabkan perdarahan pasca menopause.
- Limfangioma
Berasal dari jaringan pembuluk limfe,jarang sekalidijumpai.
2. Tumor Ganas pada Vulva
- Karsinoma Vulva
Tidak banyak
diketahui mengenaifaktor etiologi jenis tumor ganas ini, meskipun
disebut tentang lambatnya menarche (15-17tahun) dan awalnya menopause
(40 tahun) dalam riwayat penyakitnya.
- Adenomakarsinoma
Berasal dari kelenjar Bartholini
- Penyakit Paget
Karena lesai ini sa epitelliat vulva yang sering bersama-sama dengan munculnya adenoliassinoma kelenjar epelisin.
- Tumor ganas sekunder pada vulva
Berasal dari
jaringan dekat vulva seperti serviks uteri, vagina, uterus yang merambat
langsung atau secara limfogen atau embolisasi melalui pembuluh darah
balik.
- Penyebab secara umum:
a. Infeksi HPV (Human Papiloma Virus) atau kutil kelamin
b. Pernah menderita kanker leher rahim atau tumor vagina.
c. Infeksi sifilis
d. Diabetes Meilitua
e. Obesitas
f. Tekana darah tinggi
g. Usia
h. Hubungan seksual pada usia dini
i. Berganti-ganti pasangan seksual
j. Merokok
k. Infeksi HIV
l. Golongan social rendah
m. Personal hygine yang tidak baik
n. Melanoma atau tahi lalat asipik pada kulit
b. Pernah menderita kanker leher rahim atau tumor vagina.
c. Infeksi sifilis
d. Diabetes Meilitua
e. Obesitas
f. Tekana darah tinggi
g. Usia
h. Hubungan seksual pada usia dini
i. Berganti-ganti pasangan seksual
j. Merokok
k. Infeksi HIV
l. Golongan social rendah
m. Personal hygine yang tidak baik
n. Melanoma atau tahi lalat asipik pada kulit
Tags: ASKEB 4 | 0 komentar
SERVISITIS
Senin, 26 Desember 2011 | aini midwife
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Dewasa ini kasus penyakit IMS ( Infeksi Menular Seksual ) tertinggi yaitu, infeksi bakteri vaginosis yang mencapai 80%. Sementara, lainnya sebanyak 20% adalah servicitis, condyloma dan HIV/AIDS (menurut sumber: www.wawasandigital.com). Servicitis merupakan penyakit menular seksual yang biasanya disebabkan Chlamidia trachomatis atau Ureaplasma urelyticum (pada laki-laki), tetapi kadang-kadang disebabkan oleh Trikomonas vaginalis atau virus Herpes simplek.
Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menjadi lebih parah sehingga sulit dibedakan dengan karsinoma servicitis uteri dalam tingkat permulaan. Oleh sebab sebelum dilakukan pengobatan, perlu pemeriksaan aousan menurut Papanicolaou yang jika perlu diikuti oleh biopsy, untuk kepastian tidak ada karsinoma. Oleh karena itu, penulis menyusun makalah ini dengan harapan dapat menjelaskan berbagai hal mengenai servicitis sehingga pada akhirnya pembaca dapat mengetahui dan memahami tentang penyakit ini.
B. Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang akan di angkat pada makalah ini adalah apa pengertian dari Servicitis dan bagaimana asuhannya
C. Tujuan
Selain demi memenuhi tugas mata kuliah Askeb IV. Tujuannya agar :
1. Mahasiswa dapat mengerti dan menjelaskan tentang definisi servicitis
2. Mahasiswa dapat mengerti tentang patofisiologis servicitis
3. Mahasiswa dapat mengetahui gejala klinis servicitis
4. Mahasiswa dapat mengetahui penegakan diagnose servicitis
5. Mahasiswa dapat mengetahui penatalaksanaan servicitis
D. Manfaat
Sebagai mahasiswa kebidanan, kita memiliki gambaran dan pengetahuan tentang servicitis dan bagaimana asuhannyaBAB II
Dewasa ini kasus penyakit IMS ( Infeksi Menular Seksual ) tertinggi yaitu, infeksi bakteri vaginosis yang mencapai 80%. Sementara, lainnya sebanyak 20% adalah servicitis, condyloma dan HIV/AIDS (menurut sumber: www.wawasandigital.com). Servicitis merupakan penyakit menular seksual yang biasanya disebabkan Chlamidia trachomatis atau Ureaplasma urelyticum (pada laki-laki), tetapi kadang-kadang disebabkan oleh Trikomonas vaginalis atau virus Herpes simplek.
Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menjadi lebih parah sehingga sulit dibedakan dengan karsinoma servicitis uteri dalam tingkat permulaan. Oleh sebab sebelum dilakukan pengobatan, perlu pemeriksaan aousan menurut Papanicolaou yang jika perlu diikuti oleh biopsy, untuk kepastian tidak ada karsinoma. Oleh karena itu, penulis menyusun makalah ini dengan harapan dapat menjelaskan berbagai hal mengenai servicitis sehingga pada akhirnya pembaca dapat mengetahui dan memahami tentang penyakit ini.
B. Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang akan di angkat pada makalah ini adalah apa pengertian dari Servicitis dan bagaimana asuhannya
C. Tujuan
Selain demi memenuhi tugas mata kuliah Askeb IV. Tujuannya agar :
1. Mahasiswa dapat mengerti dan menjelaskan tentang definisi servicitis
2. Mahasiswa dapat mengerti tentang patofisiologis servicitis
3. Mahasiswa dapat mengetahui gejala klinis servicitis
4. Mahasiswa dapat mengetahui penegakan diagnose servicitis
5. Mahasiswa dapat mengetahui penatalaksanaan servicitis
D. Manfaat
Sebagai mahasiswa kebidanan, kita memiliki gambaran dan pengetahuan tentang servicitis dan bagaimana asuhannyaBAB II
BAB II
LANDASAN TEORI
A. PENGERTIAN
Cervicitis ialah radang dari selaput lendir canalis cervicalis. Karena
epitel selaput lendir cervicalis hanya terdiri dari satu lapisan sel silindris
maka mudah terkena infeksi dibandingkan dengan selaput lendir vagina. (Sarwono,
2008). Pada
seorang multipara dalam keadaan normal canalis cervikalis bebas kuman, pada
seorang multipara dengan ostium uteri eksternum sudah lebih terbuka, batas atas
dari daerah bebas kuman ostium uteri internum.
Walaupun begitu canalis cervicalis terlindung dari infeksi oleh adanya
lendir yang kental yang merupakan barier terhadap kuman-kuman yang ada didalam
vagina. Terjadinya cervisitis dipermudah oleh adanya robekan serviks, terutama
yang menimbulkan ectropion. (Sarwono, 2008)
B. KLASIFIKASI
1.
Cervicitis Akut
Cervicities akut dalam pengertian yang lazim ialah infeksi yang diawali di endocerviks dan ditemukan pada gonorrhoe, dan pada infeksi post-abortum atau post-partum yang disebabkan oleh Streptoccocus, Stafilococcus, dan lain-lain. Dalam hal ini, serviks memerah dan bengkak dengan mengeluarkan cairan mukopurulent. Akan tetapi, gejala-gejala pada serviks biasanya tidak seberapa tampak di tengah gejala-gejala lain dari infeksi yang bersangkutan.
Pengobatan dilakukan dalam rangka pengobatan infeksi tersebut. Penyakitnya dapat sembuh tanpa bekas atau menjadi cervicitis kronis.
Cervicitis akut sering terjadi dan dicirikan dengan eritema, pembengkakan, sebukan neutrofil, dan ulserasi epitel fokal. Endocerviks lebih sering terserang dibandingkan ektocerviks.
Cervicitis akut biasanya merupakan infeksi yang ditularkan secara seksual, umumnya oleh Gonoccocus, Chlamydia trachomatis, Candida albicans, Trichomonas vaginalis, dan Herpes simpleks. Agen yang ditularkan secara non-seksual, seperti E. Coli dan Stafilococcus dapat pula diisolasi dari cerviks yang meradang akut, tetapi perannya tidak jelas. Cervicitis akut juga terjadi setelah melahirkan dan pembedahan.
Secara klinis, terdapat secret vagina purulen dan rasa nyeri. Beratnya gejala tidak terkait erat dengan derajat peradangan.
Cervicities akut dalam pengertian yang lazim ialah infeksi yang diawali di endocerviks dan ditemukan pada gonorrhoe, dan pada infeksi post-abortum atau post-partum yang disebabkan oleh Streptoccocus, Stafilococcus, dan lain-lain. Dalam hal ini, serviks memerah dan bengkak dengan mengeluarkan cairan mukopurulent. Akan tetapi, gejala-gejala pada serviks biasanya tidak seberapa tampak di tengah gejala-gejala lain dari infeksi yang bersangkutan.
Pengobatan dilakukan dalam rangka pengobatan infeksi tersebut. Penyakitnya dapat sembuh tanpa bekas atau menjadi cervicitis kronis.
Cervicitis akut sering terjadi dan dicirikan dengan eritema, pembengkakan, sebukan neutrofil, dan ulserasi epitel fokal. Endocerviks lebih sering terserang dibandingkan ektocerviks.
Cervicitis akut biasanya merupakan infeksi yang ditularkan secara seksual, umumnya oleh Gonoccocus, Chlamydia trachomatis, Candida albicans, Trichomonas vaginalis, dan Herpes simpleks. Agen yang ditularkan secara non-seksual, seperti E. Coli dan Stafilococcus dapat pula diisolasi dari cerviks yang meradang akut, tetapi perannya tidak jelas. Cervicitis akut juga terjadi setelah melahirkan dan pembedahan.
Secara klinis, terdapat secret vagina purulen dan rasa nyeri. Beratnya gejala tidak terkait erat dengan derajat peradangan.
2.
Cervicitis Kronis
Penyakit ini dijumpai pada wanita yang pernah melahirkan. Luka-luka kecil atau besar pada serviks karena partus abortus memudahkan masuknya kuman-kuman ke dalam endocerviks dan kelenjar-kelenjarnya, lalu menyebabkan infeksi menahun. Beberapa gambaran patologis dapat ditemukan :
Penyakit ini dijumpai pada wanita yang pernah melahirkan. Luka-luka kecil atau besar pada serviks karena partus abortus memudahkan masuknya kuman-kuman ke dalam endocerviks dan kelenjar-kelenjarnya, lalu menyebabkan infeksi menahun. Beberapa gambaran patologis dapat ditemukan :
a.
Serviks kelihatan normal; hanya
pada pemeriksaan mikroskopik ditemukan infiltrasi leukosit dalam stroma
endoserviks. Cervicitis ini tidak menimbulkan gejala, kecuali pengeluaran
secret yang agak putih-kuning.
b.
Disini pada portio uteri sekitar
ostium uteri eksternum tampak daerah kemerah-merahan yang tidak dipisahkan
secara jelas dari epitel portio disekitarnya, secret yang ditularkan terdiri
atas mucus bercampur nanah.
c.
Sobekan pada serviks uteri disini
lebih luas dan mukosa endosekviks lebih kelihatan dari luar. Mukosa dalam
keadaan demikian mudah kena infeksi dari vagina. Karena radang menahun, serviks
bisa menjadi hipertrofis dan mengeras ; secret mukopurulen bertambah pendek.
Pada proses penyembuhan, epitel tatah dari bagian vaginal portio uteri dengan
tanda-tanda metaplasia mendesak epitel torak, tumbuh kedalam stroma dibawah
epitel dan menutup saluran kelenjar-kelenjar, sehingga terjadi kista kecil
berisi cairan yang kadang-kadang keruh. Limfosit, sel plasma, dan histiosit
terdapat dalam jumlah sedang didalam serviks semua wanita. Oleh karena itu,
cervisitis kronis sulit ditentukan secara patologis keberadaan kelainan serviks
yang dapat dideteksi seperti granularitas dan penebalan seiring dengan
meningkatnya jumlah sel radang kronis didalam specimen biopsy dianggap penting
untuk memastikan diagnosis cervisitis kronis.
Cervisitis kronis paling sering terlihat pada ostium eksternal dan canalis endoserviks. Hal tersebut dapat terkait dengan stenosis fibrosa saluran kelenjar, yang menyebabkan kista retensi (nabothian). Bila terdapat folikel limfoid pada pemeriksaan mikroskopik, istilah cervisitis folikular terkadang digunakan. Secara klinis, cervisitis kronis sering kali merupakan temuan kebetulan. Namun, cervisitis tersebut dapat menimbulkan secret vaginal, dan beberapa kasus fibrosis yang terdapat pada canalis endoserviks dapat menyebabkan stenosis, yang menimbulkan inferilitas.
Cervisitis kronis paling sering terlihat pada ostium eksternal dan canalis endoserviks. Hal tersebut dapat terkait dengan stenosis fibrosa saluran kelenjar, yang menyebabkan kista retensi (nabothian). Bila terdapat folikel limfoid pada pemeriksaan mikroskopik, istilah cervisitis folikular terkadang digunakan. Secara klinis, cervisitis kronis sering kali merupakan temuan kebetulan. Namun, cervisitis tersebut dapat menimbulkan secret vaginal, dan beberapa kasus fibrosis yang terdapat pada canalis endoserviks dapat menyebabkan stenosis, yang menimbulkan inferilitas.
C. PENYEBAB
a.
Cervicitis dapat disebabkan oleh
salah satu dari sejumlah infeksi, yang paling umum adalah klamidia
dan gonore , klamidia
dengan akuntansi untuk sekitar 40% kasus. Gonorroe, sediaan hapus dari fluor cerviks
terutama purulen.
b.
Trichomonas
vaginalis dan herpes simpleks
adalah penyebab yang kurang umum dari cervicitis.
c.
Peran Mycoplasma
genitalium dan vaginosis bakteri
dalam menyebabkan servisitis masih dalam penyelidikan.
d.
Sekunder terhadap kolpitis.
e.
Tindakan intra dilatasi dll.
f.
Alat-alat atau obat kontrasepsi.
g.
Robekan serviks terutama yang
menyebabkan ectroption/ extropin.
D.
SERVISITIS MUKOPURULEN
Servisitis
mukopurulen (MPC) ditandai oleh purulen atau mukopurulen endoserviks eksudat terlihat di kanal endoserviks atau dalam
spesimen usap endoserviks. Beberapa ahli juga mendiagnosa MPC berdasarkan
perdarahan serviks mudah diinduksi. Meskipun beberapa ahli menganggap
peningkatan jumlah polimorfonuklear sel darah putih pada
endoserviks Gram stain sebagai
berguna dalam diagnosis MPC, kriteria ini belum standar, memiliki nilai
prediktif positif rendah (PPV), dan tidak tersedia di beberapa pengaturan. MPC
sering tanpa gejala, namun beberapa wanita memiliki keputihan abnormal dan
perdarahan vagina (misalnya, setelah hubungan seksual ). MPC dapat disebabkan oleh Chlamydia trachomatis atau Neisseria gonorrhoeae , namun
dalam kebanyakan kasus organisme tidak dapat diisolasi. MPC dapat bertahan
meskipun program berulang dari terapi antimikroba. Karena kambuh atau reinfeksi
dengan C. trachomatis atau N. gonorrhoeae biasanya
tidak terjadi pada orang dengan kasus terus-menerus dari MPC, non-mikrobiologis
determinan (misalnya, peradangan di zona ektopi) mungkin terlibat.
Pasien yang
memiliki MPC harus diuji untuk C. trachomatis dan N. gonorrhoeae
dengan tes yang paling sensitif dan spesifik yang tersedia. Namun, MPC adalah
bukan prediktor sensitif infeksi dengan organisme; kebanyakan wanita yang
memiliki C. trachomatis atau N. gonorrhoeae tidak
memiliki MPC.
E. GEJALA
a.
Flour hebat biasanya kental atau
purulen dan kadang-kadang berbau.
b.
Sering menimbulkan erosi pada portio yang tampak sebagian
daerah yang merah menyala.
c.
Pada pemeriksaan inspekulo
kadang-kadang dapat dilihat flour yang purulen keluar dari kanalis
cervicalis.Kalau portio normal, tidak ada ektripion maka harus diingat gonorhoe
d.
Sekunder dapat terjadi kolpitis
dan vulvitis.
e.
Pada cervicitisyang kronis
kadang-kadang dapat dilihal bintik-bintik ini disebut ovula nabothii dan
disebabkan oleh retensi kelenjar-kelenjar cerviks karena saluran keluarnya
tertutup oleh pengisutan dari luka cerviks atau karena radang. (Sarwono, 2008)
F.
EROSIO PORTIONIS
Pada cervisitis cronika sering terdapat erosio pada permukaan portio sekitar ostium uteri eksternum. Oleh karena rangsangan luar maka epitel gepeng berlapis banyak dari porsio mati dan diganti dengan epitel silindris canalis cervicalis. Jadi sebetulnya tidak terjadi erosion dalam arti yang sebenarnya tapi pseudo-erosio walaupun lazim disebut erosio ( erosio simplex). Erosio ini nampak sebagai tempat yang merah menyala dan mudah berdarah. Jarang terjadi erosio vera dimana tempat itu tidak mempunyai epitel lagi. Orifisium uteri eksternum merupakan batas antara epitel kaanalis cervikalis dan epitel porsio. Batas ini secara fisiologis berpindah – pindah. Sebelum lahir pada janin berumur 8 bulan epitel gepeng berlapis banyak jauh masuk kedalam kanalis cervicalis. Kemudian batas pindah kebawah dan pada neonatus sering terdapat erosion congenital. Dalam masa kanak-kanak batas berpindah lagi keatas dan pada pubertas turun lagi. Pada masa reproduktif batas dapat berpindah karena adanya infeksi (cervicitis, kolpitis) sehingga terjadi erosi. Tempat erosio juga terkenal infeksidan berwarna merah menyala malahan dapat bergranulasi sehingga mudah berdarah dan menimbulkan perdarahan kontak atau metrorrhagia seperti karsinoma portionis. Pada erosio diketemukan ovula nabothii (erosio papillaris).
Pada cervisitis cronika sering terdapat erosio pada permukaan portio sekitar ostium uteri eksternum. Oleh karena rangsangan luar maka epitel gepeng berlapis banyak dari porsio mati dan diganti dengan epitel silindris canalis cervicalis. Jadi sebetulnya tidak terjadi erosion dalam arti yang sebenarnya tapi pseudo-erosio walaupun lazim disebut erosio ( erosio simplex). Erosio ini nampak sebagai tempat yang merah menyala dan mudah berdarah. Jarang terjadi erosio vera dimana tempat itu tidak mempunyai epitel lagi. Orifisium uteri eksternum merupakan batas antara epitel kaanalis cervikalis dan epitel porsio. Batas ini secara fisiologis berpindah – pindah. Sebelum lahir pada janin berumur 8 bulan epitel gepeng berlapis banyak jauh masuk kedalam kanalis cervicalis. Kemudian batas pindah kebawah dan pada neonatus sering terdapat erosion congenital. Dalam masa kanak-kanak batas berpindah lagi keatas dan pada pubertas turun lagi. Pada masa reproduktif batas dapat berpindah karena adanya infeksi (cervicitis, kolpitis) sehingga terjadi erosi. Tempat erosio juga terkenal infeksidan berwarna merah menyala malahan dapat bergranulasi sehingga mudah berdarah dan menimbulkan perdarahan kontak atau metrorrhagia seperti karsinoma portionis. Pada erosio diketemukan ovula nabothii (erosio papillaris).
G.
PATOFISIOLOGI
Penyakit ini dijumpai pada sebagian besar wanita yang pernah melahirkan dengan luka-luka kecil atau besra pada cerviks karena partus atau abortus memudahkan masuknya kuman-kuman kedalam endocerviks dan kelenjar-kelenjarnya, lalu menyebabkan infeksi menahun. Beberapa gambaran patologis dapat ditemukan :
Penyakit ini dijumpai pada sebagian besar wanita yang pernah melahirkan dengan luka-luka kecil atau besra pada cerviks karena partus atau abortus memudahkan masuknya kuman-kuman kedalam endocerviks dan kelenjar-kelenjarnya, lalu menyebabkan infeksi menahun. Beberapa gambaran patologis dapat ditemukan :
a.
Cerviks kelihatan normal, hanya
pada pemeriksaan mikroskopik ditemukan infiltrasi endokopik dalam stroma
endocerviks. Cervicitis ini tidak menimbulkan gejala, kecuali pengeluaran
sekret yang agak putih kekuningan.
b.
Disini pada portio uteri sekitar
ostium uteri eksternum tampak daerah kemerah-merahan yang tidak terpisah secara
jelas dan epitel portio disekitarnya, sekret dikeluarkan terdiri atas mukus
bercampur nanah.
c.
Sobekan pada cerviks uteri disini
lebih luas dan mucosa endocerviks lebih kelihatan dari luar (eksotropion).
Mukosa dalam keadaan demikian itu mudah kena infeksi dari vagina, karena radang
menahun, cerviks bisa menjadi hipertropis dan mengeras : sekret bertambah
banyak.
H.
TERAPI
a.
Antibiotika terurama kalau dapat
ditemukan gonococus dalam sekret.
b.
Kalau cerviks tidak spesifik
didapat diobati dalam argentetas netrta 10% atau Albotyl yang menyebabkan
dengan epitel slindris dengan harapan bahwa kemudian diganti dan epitel gepeng
berlapis banyak.
c.
Kauterisasi-radial dengan
termokauter, atau dengan krioterapi. Sesudah kauterisasi terjadi nekrosis,
jaringan yang meradang terlepas dalam kira-kira 2 minggu dan diganti lambatlaun
oleh jaringan yang sehat. Jika radang menahun mencapai endocerviks jauh kedalam
kanalis crevikalis, perlu dilakukan konisasi dengan mengangkat sebagian besar
mukosa endocerviks. Jika sobekan dan infeksi sangat luas, perlu dilakukan
amputasi cerviks.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Servicitis adalah radang dari selaput lendir canalis cervicalis. Karena epitel selaput lendir cervicalis hanya terdiri dari satu lapisan sel silindris maka mudah terkena infeksi dibandingkan dengan selaput lendir vagina.
Sebab-sebab servicitis: Gonorroe : sediaan hapus dari fluor cerviks terutama purulen, sekunder terhadap kolpitis, tindakan intra : dilatasi dll, alat-alat atau obat kontrasepsi, robekan serviks terutama yang menyebabkan ectropion.
Servicitis dibagi menjadi 2 yaitu: servicitis akut dan kronis.
Servicitis adalah radang dari selaput lendir canalis cervicalis. Karena epitel selaput lendir cervicalis hanya terdiri dari satu lapisan sel silindris maka mudah terkena infeksi dibandingkan dengan selaput lendir vagina.
Sebab-sebab servicitis: Gonorroe : sediaan hapus dari fluor cerviks terutama purulen, sekunder terhadap kolpitis, tindakan intra : dilatasi dll, alat-alat atau obat kontrasepsi, robekan serviks terutama yang menyebabkan ectropion.
Servicitis dibagi menjadi 2 yaitu: servicitis akut dan kronis.
B.
Saran
1.
Sebagai pencegahan terkena
penyakit servicitis dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan alat
genitalia, dengan cara membasuh genetalia dengan sabun dan air dari satu arah
yaitu dari depan kebelakang agar bakteri yang ada di anus tidak masuk pada
daerah genetalia.
2.
Tidak bergonta-ganti pasangan
dalam berhubungan seks
DAFTAR PUSTAKA
Padjajaran,Universitas. 2003. Obstetri Patologi Edisi 2. Jakarta : EGC
Sarwono. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohadjo.
Wiknjosastro, H. 2006. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
REFERENSI
1.
^ Workowski KA, Berman SM (Agustus 2006). "pedoman pengobatan penyakit menular seksual, 2006" MMWR
Recomm Rep 55 (RR-11):. 1-94. PMID 16888612 .
2.
^ a b Hynes NA (2008/10/30). "Hopkins-abxguide.org" . Point-of-perawatan
Teknologi Informasi. Johns Hopkins Diakses 2010-02-03.
4.
^ Mitchell, Richard Sheppard, Kumar, Vinay; Robbins,
Stanley L.; Abbas, Abul K.; Fausto, Nelson (2007) Robbins dasar patologi
(8 red.).. Saunders / Elsevier. hlm 716-8. ISBN 1-4160-2973-7 .
5.
^ Marrazzo JM, Martin DH (2007). "Manajemen wanita
dengan cervicitis". Clin. Menginfeksi. Dis 44
(Suppl 3):.. S102-10 DOI : 10.1086/511423 . PMID 17342663 .
Tags: ASKEB 4 | 0 komentar
MENOPOUSE DAN KLIMAKTERIUM
Rabu, 28 September 2011 | aini midwife
Menopause
Menopause berasal dari bahasa Yunani yaitu Men Dan Pauseis yang artinya berhentinya haid. Menopause adalah haid terakhir pada wanita, yang juga sering diartikan sebagai berakhirnya fungsi reproduksi seorang wanita.rata-rataterjadi pada umur 40-50 tahun.Istilah menopause seringkali disalah-artikan dengan klimakterium.
Pada premenopause timbul kelainan haid, sedangkan dalam
postmenopause terjadi gangguan vegetatif seperti panas, berkeringat dan
palpitari, gangguan psikis berupa labilitas emosi dan gangguan organis yang
bersifat atrofi alat kandungan dan tulang.
Menopause premature
Menopause premature terjadi pada usia dibawah 40 tahun. Diagnosa menopause premature yaitu apabila ada penghentian haid sebelum waktunya disertai dengan hot flushes serta peningkatan kadar hormone gonadotropin. Apabila kedua gejala yang terkhir tidak ada, perlu dilakukan penyelidikan terhadap sebab-sebab lain dari terganggunya fungsi ovarium. Factor- factor yang dapat menyebabkan menopause premature adalah heriditer, gangguan gizi yang cukup berat, penyakit menahun dan penyakit yang merusak jaringan kedua ovarium.
Menopause premature tidak memerlukan terapi, kecuali pemberian penerangan kepada wanita yang bersangkutan.
Menopause premature terjadi pada usia dibawah 40 tahun. Diagnosa menopause premature yaitu apabila ada penghentian haid sebelum waktunya disertai dengan hot flushes serta peningkatan kadar hormone gonadotropin. Apabila kedua gejala yang terkhir tidak ada, perlu dilakukan penyelidikan terhadap sebab-sebab lain dari terganggunya fungsi ovarium. Factor- factor yang dapat menyebabkan menopause premature adalah heriditer, gangguan gizi yang cukup berat, penyakit menahun dan penyakit yang merusak jaringan kedua ovarium.
Menopause premature tidak memerlukan terapi, kecuali pemberian penerangan kepada wanita yang bersangkutan.
Menopause terlambat
Batas terjadinya menopause umumnya adalah 52 tahun. Apabila seorang wanita masih mendapat haid diatas 52 tahun, maka hal itu merupakan indikasi untuk penyelidikan lebih lanjut. Sebab-sebab yang dapat dihubungkan dengan menopause terlambat ialah : konstitusional, fibromioma uteri dan tumor ovarium yang menghasilkan estrogen. Wanita dengan karsinoma endometrium sering dalam anamnesis mengemukakan menopausenya terlambat.
Batas terjadinya menopause umumnya adalah 52 tahun. Apabila seorang wanita masih mendapat haid diatas 52 tahun, maka hal itu merupakan indikasi untuk penyelidikan lebih lanjut. Sebab-sebab yang dapat dihubungkan dengan menopause terlambat ialah : konstitusional, fibromioma uteri dan tumor ovarium yang menghasilkan estrogen. Wanita dengan karsinoma endometrium sering dalam anamnesis mengemukakan menopausenya terlambat.
factor yang
mempengaruhi kapan seorang wanita mengalami menopause :
1. Usia saat haid pertama kali ( menarche )
Semakin muda seorang mengalami haid pertama kali, semakin tua atau lama ia memasuki masa menopause.
2. Faktor psikis
Wanita yang tidak menikah dan bekerja diduga mempengaruhi perkembangan psikis seorang wanita. Menurut beberapa penelitian mereka akan mengalami masa menopause lebih muda, dibandingkan mereka yang menikah dan bekerja / bekerja atau tdak menikah dan tidak bekerja.
3. Jumlah anak
Beberapa penelitian menemukan bahwa makin sering seorang wanita melahirkan, maka makin tua merka memasuki masa menopause.
4. Usia melahirkan
Semakin tua seseorang melahirkan anak, semakin tua ia mulai memasuki usia menopause. Hal ini terjadi karena kehamilan dan persalinan akan memperlambat system kerja organ reproduksi. Bahkan memperlambat proses penuaan tubuh.
5. Pemakaian kontrasepsi
Pemakaian kontrasepsi hormonal akan memperlambat menopause.
6. Merokok
Diduga, wanita perokok akan lebih cepat memasuki masa menopause.
7. Sosial ekonomi
Meskipun data pasti belum diperoleh, dalam bukunya DR. Faisal menyebutkan bahwa menopause dipengaruhi oleh factor social ekonomi, disamping pendidikan dan pekerjaan suami.
1. Usia saat haid pertama kali ( menarche )
Semakin muda seorang mengalami haid pertama kali, semakin tua atau lama ia memasuki masa menopause.
2. Faktor psikis
Wanita yang tidak menikah dan bekerja diduga mempengaruhi perkembangan psikis seorang wanita. Menurut beberapa penelitian mereka akan mengalami masa menopause lebih muda, dibandingkan mereka yang menikah dan bekerja / bekerja atau tdak menikah dan tidak bekerja.
3. Jumlah anak
Beberapa penelitian menemukan bahwa makin sering seorang wanita melahirkan, maka makin tua merka memasuki masa menopause.
4. Usia melahirkan
Semakin tua seseorang melahirkan anak, semakin tua ia mulai memasuki usia menopause. Hal ini terjadi karena kehamilan dan persalinan akan memperlambat system kerja organ reproduksi. Bahkan memperlambat proses penuaan tubuh.
5. Pemakaian kontrasepsi
Pemakaian kontrasepsi hormonal akan memperlambat menopause.
6. Merokok
Diduga, wanita perokok akan lebih cepat memasuki masa menopause.
7. Sosial ekonomi
Meskipun data pasti belum diperoleh, dalam bukunya DR. Faisal menyebutkan bahwa menopause dipengaruhi oleh factor social ekonomi, disamping pendidikan dan pekerjaan suami.
Gejala – gejala
menopause
a. Ketidak teraturan siklus haid
b. Gejolak rasa panas
c. Kekeringan vagina
d. Perubahan kulit
e. Keringat dimalam hari
f. Sulit tidur
g. Perubahan pada mulut
h. Kerapuhan tulang
i. Badan menjadi gemuk
j. Penyakit
a. Ketidak teraturan siklus haid
b. Gejolak rasa panas
c. Kekeringan vagina
d. Perubahan kulit
e. Keringat dimalam hari
f. Sulit tidur
g. Perubahan pada mulut
h. Kerapuhan tulang
i. Badan menjadi gemuk
j. Penyakit
Dilihat dari sisi ovarium, menopause tidak terjadi secara
tiba-tiba tapi terjadi karena beberapa factor. Ovarium mengalami perubahan dari
masa remaja / muda, masa produktif / hamil dan menopause dengan terlepasnya
folikel sampai mendekati menopause. Pelepasan ini terutama disebabkan karena
atresia, tidak ada ovulasi. Karena kebanyaka wanita dimulai dari 2-6 juta
folikel selama kehidupannya tapi ovulasi hanya 480 kali selama masa
produktifnya.
Gangguan yang terjadi
selama menopause :
a. Osteoporosis
b. Penyakit jantung koroner
HDL ( Hight Density Lipoprotein ) atau kolesterol ‘baik’ yang tinggi pada wanita muda dipengaruhi oleh estrogen. Pada wanita muda, kadar HDL lebih tinggi daripada wanita tua. Perbedaan tersebut berlanjut sampai masa menopause. Sebaliknya, totak kolesterol dan LDL ( Low Density Lipoprotein ) atau lemak kolesterol ‘jahat’ lebih rendah pada wanita menopause. Setelah menopause, LDL meningkat dengan cepat. Oleh karena itu, setelah menopause resiko terkena PJK ( penyakit jantung koroner ) menjadi dua kali lipat pada wanita karena lemak golongan atherogenik ( yang memproduksi lemak pada pembuluh arteri ) meningkat pada sekitar usia 60 tahun.
c. Kanker
pada masa menopause terjadi proses degenerasi sehingga menyebabkan perubahan – perubahan tidak saja pada organ reproduksi jaga bagian tubuh lainnya. Salah satu proses degenerasi tersebut adalah penyakit kanker. Kondisi ini adalah suatu keadaan pertumbuhan jaringan yang abnormal.
d. Darah tinggi
e. Demensia Tipe Alzheimer ( pikun )
Selama periode pramenopause dan pascamenopause terjadi penurunan kadar hormone seks steroid. Penurunan ini menyebabkan beberapa perubahan neuroendokrin system susunan saraf pusat, maupun kondisi biokimiawi otak. Padahal, system susunan saraf pusat merupakan target organ yang penting bagi hormone seks steroid seperti estrogen. Pada keadaan ini terjadi proses degeneratif sel neuron (kesatuan saraf) pada hampir seluruh bagian otak, terutama didaerah yang berkaitan dengan fungsi ingatan.
f. Gairah seks menurun
g. Berat badan meningkat
Usia menopause terjadi peningkatan berat badan akibat turunnya estrogen dan gangguan pertukaran zat dasar metabolisme lemak. Selain pada usia ini, biasanya aktivitas tubuh berkurang, selain itu daya elastis kulit juga menurun, yang memudahkan lemak disimpan dalam tubuh.
h. Perubahan kulit
Gangguan diatas dasarnya terjadi karena hormone estrogen yang mulai tertekan.
a. Osteoporosis
b. Penyakit jantung koroner
HDL ( Hight Density Lipoprotein ) atau kolesterol ‘baik’ yang tinggi pada wanita muda dipengaruhi oleh estrogen. Pada wanita muda, kadar HDL lebih tinggi daripada wanita tua. Perbedaan tersebut berlanjut sampai masa menopause. Sebaliknya, totak kolesterol dan LDL ( Low Density Lipoprotein ) atau lemak kolesterol ‘jahat’ lebih rendah pada wanita menopause. Setelah menopause, LDL meningkat dengan cepat. Oleh karena itu, setelah menopause resiko terkena PJK ( penyakit jantung koroner ) menjadi dua kali lipat pada wanita karena lemak golongan atherogenik ( yang memproduksi lemak pada pembuluh arteri ) meningkat pada sekitar usia 60 tahun.
c. Kanker
pada masa menopause terjadi proses degenerasi sehingga menyebabkan perubahan – perubahan tidak saja pada organ reproduksi jaga bagian tubuh lainnya. Salah satu proses degenerasi tersebut adalah penyakit kanker. Kondisi ini adalah suatu keadaan pertumbuhan jaringan yang abnormal.
d. Darah tinggi
e. Demensia Tipe Alzheimer ( pikun )
Selama periode pramenopause dan pascamenopause terjadi penurunan kadar hormone seks steroid. Penurunan ini menyebabkan beberapa perubahan neuroendokrin system susunan saraf pusat, maupun kondisi biokimiawi otak. Padahal, system susunan saraf pusat merupakan target organ yang penting bagi hormone seks steroid seperti estrogen. Pada keadaan ini terjadi proses degeneratif sel neuron (kesatuan saraf) pada hampir seluruh bagian otak, terutama didaerah yang berkaitan dengan fungsi ingatan.
f. Gairah seks menurun
g. Berat badan meningkat
Usia menopause terjadi peningkatan berat badan akibat turunnya estrogen dan gangguan pertukaran zat dasar metabolisme lemak. Selain pada usia ini, biasanya aktivitas tubuh berkurang, selain itu daya elastis kulit juga menurun, yang memudahkan lemak disimpan dalam tubuh.
h. Perubahan kulit
Gangguan diatas dasarnya terjadi karena hormone estrogen yang mulai tertekan.
Perubahan kejiwaan
Perubahanyang dialami oleh wanita dengan menjelang menopause adalah; merasa tua, mudahtersinggunga, mudah kaget sehingga jantung berdebar, takut tidak bias memenuhikebutuhan seksual suami, rasa takut bahwa suami akan menyeleweng. Keinginanseksual menurun dan sulit mencapai kepuasan (otgasme), dan juga merasa tidak berguna dan tidakmenghasilkan sesuatu, merasa memberatkan keluarga dan orang lain.
Perubahan fisik
Pada perubahan fisik seorang wanita mengalami perubahankulit. Lemak bawah kulit menghilang sehingga kulit mengendor, sehingga jatuhdan lembek. Kulit mudah terbakar sinar matahari dan menimbulkan pigmentasi danmenjadi hitam.pada kulit tumbuh bintik hitam, kelenjar kulit kurang berfungsisehingga kulit menjadi kering dan keriput.
Karena menurunnya estrogen dapat menimbulkan perubahankerja usus menjadi lambat, dan mereabsorbsi sari makanan makin berkurang. Kerjausus halus yang semakin berkurang maka akan menimbulkan gangguan buang iarbesar berupa obstipasi.
Perubahan yang terjai pada alat genetalia meliputi liangsenggama terasa kering, lapisan sel liang senggama menipis yang menyebabkanmudah terjadi (infeksi kandung kemih dan liang senggama). Daerah sensitivemakinsulit untuk dirangsang. Saat berhubungan seksual dapat menjadi nyeri.
Perubahan pada tulang terjadi oleh karena kombinasirendahnya hormon paratiroid. Tulang mengalami pengapuran, artinya kaliummenurun sehingga tulang keropos dan mudah terjadi patah tulang trutama terjadipada persendian paha.
Menjalani Masa Menopause
a. Terapi Sulih Hormon ( TSH )
b. Olah raga meningkatkan kebugaran dan kesehatan
c. Nutrisi
o Kalori
o Gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, asupan serat, air)
d. Gaya hidup
e. Pemeriksaan kesehatan
f. Meningkatkan kehidupan religi.
Perubahanyang dialami oleh wanita dengan menjelang menopause adalah; merasa tua, mudahtersinggunga, mudah kaget sehingga jantung berdebar, takut tidak bias memenuhikebutuhan seksual suami, rasa takut bahwa suami akan menyeleweng. Keinginanseksual menurun dan sulit mencapai kepuasan (otgasme), dan juga merasa tidak berguna dan tidakmenghasilkan sesuatu, merasa memberatkan keluarga dan orang lain.
Perubahan fisik
Pada perubahan fisik seorang wanita mengalami perubahankulit. Lemak bawah kulit menghilang sehingga kulit mengendor, sehingga jatuhdan lembek. Kulit mudah terbakar sinar matahari dan menimbulkan pigmentasi danmenjadi hitam.pada kulit tumbuh bintik hitam, kelenjar kulit kurang berfungsisehingga kulit menjadi kering dan keriput.
Karena menurunnya estrogen dapat menimbulkan perubahankerja usus menjadi lambat, dan mereabsorbsi sari makanan makin berkurang. Kerjausus halus yang semakin berkurang maka akan menimbulkan gangguan buang iarbesar berupa obstipasi.
Perubahan yang terjai pada alat genetalia meliputi liangsenggama terasa kering, lapisan sel liang senggama menipis yang menyebabkanmudah terjadi (infeksi kandung kemih dan liang senggama). Daerah sensitivemakinsulit untuk dirangsang. Saat berhubungan seksual dapat menjadi nyeri.
Perubahan pada tulang terjadi oleh karena kombinasirendahnya hormon paratiroid. Tulang mengalami pengapuran, artinya kaliummenurun sehingga tulang keropos dan mudah terjadi patah tulang trutama terjadipada persendian paha.
Menjalani Masa Menopause
a. Terapi Sulih Hormon ( TSH )
b. Olah raga meningkatkan kebugaran dan kesehatan
c. Nutrisi
o Kalori
o Gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, asupan serat, air)
d. Gaya hidup
e. Pemeriksaan kesehatan
f. Meningkatkan kehidupan religi.
Klimakterium
Klimakterium adalah masa yang bermula dari akhir tahap reproduksi, berakhir pada awal senium dan terjadi pada wanita yang berumur 40 – 65 tahun. Masa ini ditandai dengan berbagai macam keluhan endokrinologis dan vegetatif.
Gangguan neurovegetatif yang disebut juga gangguan
vasomotorik dapat muncul sebagai gejolak panas ( hot flushes ), berkeringat
banyak, rasa kedinginan, sakit kepala, desing dalan telinga, tekanan darah yang
goyah, berdrbar – debar, susah bernafas, jari – jari atrofi dan gangguan usus.
Ganggun psikis muncul dalam bentuk mudah tersinggung,
depresi kelelahan, semangat berkurang dan susah tidur. Gangguan somatic, selain
gangguan haid atau amenorrhea, mencakup pula kolpitis atrofikans, ektropium
uretra, inkontinesia urin, disuria, desensus, prolaps, penyakit kulit
klimakterik, osteoporosis, arthritis, oterosklerosis, skerosis koroner dan
adipositas.
Diagnosis
Diagnosis sindrom klimakterik dapat ditegakkan berdasarkan usia penderita dan keluhan – keluhan yang timbul. Dignosis pasti didasarkan pada peningkatan kadar FSH serum. Diagnosis banding yang perlu dipikirkan adalah penyakit pembuluh darah, hipertensi dan gangguan psikiatrik. Tidak boleh dilupakan bahwa gejolak panas dapat desebabkan pula oleh hipertitoid. Bila terjadi perdarahan atipik, maka perlu segera dilakukan tindakan dilatasidan kuretase untuk menyingkirkan kemungkinan keganasan.
Diagnosis sindrom klimakterik dapat ditegakkan berdasarkan usia penderita dan keluhan – keluhan yang timbul. Dignosis pasti didasarkan pada peningkatan kadar FSH serum. Diagnosis banding yang perlu dipikirkan adalah penyakit pembuluh darah, hipertensi dan gangguan psikiatrik. Tidak boleh dilupakan bahwa gejolak panas dapat desebabkan pula oleh hipertitoid. Bila terjadi perdarahan atipik, maka perlu segera dilakukan tindakan dilatasidan kuretase untuk menyingkirkan kemungkinan keganasan.
Pengobatan dasar bagi
sindrom klimakterik meliputi :
- Psikoterapi
- Sedativa, psikofarmaka
- Balneoterapi ( pengaturan diet )
- Substitusi hormonal
- Psikoterapi
- Sedativa, psikofarmaka
- Balneoterapi ( pengaturan diet )
- Substitusi hormonal
Tags: ASKEB 4 | 0 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)


